Plot Musim Kemarau
Orientasi
A dan B adalah teman sejak kecil. keduanya berpisah setelah dewasa dan setelah itu hubungan mereka tidak dekat lagi. pada suatu hari, A ditelpon oleh salah satu keluarga B bahwa B telah meninggal pada hari itu. A kemudian berziarah ke makam B setelah satu minggu. A kemudian mengunjungi beberapa tempat yang dahulu A dan B menghabiskan masa muda mereka.
Konflik
di sebuah sawah yang dahulunya merupakan tempat mereka bedua bermain saat kecil dulu, A melihat sesosok peri berwarna kuning emas. Peri itu memperkenalkan diri sebagai peri musim kemarau, dan kedatangannya saat ini bertujuan untuk menjemput kembali si A yang sebenarnya seorang penjelajah realita.
A tidak begitu paham, tetapi peri itu bersikeras untuk membawa A ke alam lain. A tentu saja menolak, A memilih untuk melarikan diri dari peri emas itu. A melewati parit, hutan kecil, dan beberapa sawah. sampai di sebuah sawah yang luas, A terperosok jatuh ke dalam parit, kemudian peri itu datang. tiba-tiba, langit menjadi mendung dan berwarna merah darah, A kebingungan begitu pula dengan si Peri. Peri secara terpaksa menggunakan mantra pemindah alam di tempat yang luas.
A dan Peri sekarang dikaki gunung yang menjulang tinggi hingga melewati awan. tempat ini cukup asing bagi A untuk pertama kalinya, walaupun begitu Peri meyakinkan bahwa tempat ini adalah negeri asal A. Peri menuntun A ke sebuah perkampungan yang kuno dan mandarin. A menuruni kaki gunung yang sejuk, menyusuri sawah yang padinya menguning, dan melewati jalan setapak yang ditanami dengan bebatuan.
Peri membawa si A kehadapan sang penguasa realita atau waktu. A berbicara dengan terbata-taba, tetapi sang penguasa memahami seluruh ucapan A dari awal sampai akhir. A kemudian menanyakan keberadaanya, Sang penguasa terdiam sejenak, beranjak dari singasananya. Sang penguasa membuka tirai berwarna emas dan dihadapannya terbentang dataran yang luas. sebuah padang rumput yang sejuk dan tidak ada ujungnya. A tidak mengerti apa maksud dari sang penguasa itu, tetapi sang penguasa menggunakan sebuah mantra dan melempar A kedalam tirai itu, kemudian tirai itu tertutup sebelum A membuka matanya. Sekarang A berada diantah berantah, dia termenung dan menunggu petunjuk dari sang penguasa tetapi tidak ada sama sekali tanda-tanda sang penguasa.
Resolusi
A terdiam dan duduk memandangi ufuk hijau yang tak terhingga, sampai A menyadari dirinya adalah sebuah entitas yang asing dan tidak punya tempat untuk tinggal.
A mencoba berjalan dan saat ini pikirannya telah kosong dan lupa akan tempat dia berasal. A berjalan dan terus berjalan, tetapi dia tidak merasakan haus ataupun lapar.
A terdiam lagi dan kali ini dia mencoba untuk melepaskan seluruh keinginannya.
Di saat dia terbaring, seseorang menghampirinya, mencoba untuk membangunkan A dari tidur. A melihat wajahnya, orang itu tertutupi dengan pakaian berwarna oranye dan pola berwarna merah. ada aroma yang halus dari angin yang berhembus.
A kemudian tebangun dan menyebut nama orang itu.
dia adalah C
Komentar
Posting Komentar